TRADISI PONAN

Tradisi_Ponan.jpg

Tradisi ponan merupakan salah satu cerminan budaya yang memiliki makna spiritual, pendidikan dan sosial serta yang paling utama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ponan dilakukan oleh warga di 3 Dusun yaitu Malili, Poto dan Lengas, Kecamatan Moyo Hilir yang dulunya berasal dari satu Desa yaitu Desa Bekat. Tradisi ini pertama kali dilaksanakan oleh seorang tokoh yang dihormati bernama HM Gaffar atau yang akrab di sapa Haji Batu. Dalam pelaksanaannya Tradisi Ponan memiliki makna tentang ikatan sosial yang erat bagi warga Tana Samawa. Menurut Kepala Desa Poto, Fathul Mu’in (2022) makna dari tradisi ponan yaitu sebagai wadah menyatukan warga yang sebelumnya sering terlibat perselisihan sehingga berakhir menjadi konflik. Maka melalui kegiatan tradisi ponan dapat menjadi resolusi konflik bagi warga yang terlibat perselisihan dengan acara duduk bersama mensyukuri hasil bumi yang didapatkan dengan diisi oleh kegiatan doa bersama. Hal ini yang menjadi pengikat dalam keberagaman personal warga Desa Poto yang saat ini dimaknai oleh warga Tana Samawa sebagai tradisi ikatan sosial warga Tana Samawa yang tetap di pertahankan pelaksanaannya hingga saat ini. 


Kunjungan : 2
Kategori : Adat Istiadat
Share :

Komentar :