BARAPAN AYAM

Barapan_Ayam.jpg

Perlombaan balapan ayam biasa digelar di tanah lapang seperti lapangan sepak bola yang dikelilingi dengan jaring-jaring persegi empat sebagai pembatas arena pertandingan. “Biasanya ayam kampung jantan yang unggul mempunyai jengger merah dan besar, kaki ramping dan runcing akan menentukan seberapa cepat sang ayam melintasi arena balapan, ujar Rasyid salah seorang peserta balapan ayam. Biasanya ayam yang mengikut perlombaan terdiri dari dua ekor yang disambungkan dengan noga atau sebatang rotan sepanjang 50 hingga 80 cm yang diikat dengan jambo. Jambo ialah tali terbuat dari kain yang melingkari pada tubuh ayam mulai dari punggung hingga dada. Kedua ujung noga tadi diikatkan bersama jambo pada kedua ayam barapan, tujuannya tak lain agar mampu berlari secara beriringan menggapai saka. Saka ialah sebuah kayu yang berdiri tegak sebagai penanda garis finish penentu kemenangan barapan ayam yang tingginya 20-30 cm. Apabila dua ekor ayam tadi berlari bersamaan lalu pada bagian tengah noga mengenai saka, maka ayam itu dikatakan sebagai pemenang. Selain saka ada juga lutar yang terbuat dari rotan, ujungnya bisa bercabang tiga sampai lima, sebagai alat pemukul pantat ayam yang digunakan oleh seorang joki saat balapan ayam.


Kunjungan : 2
Kategori : Kesenian
Share :

Komentar :